Jepang terkenal menjadi negara dengan penduduk yang memiliki umur panjang. Bahkan tak hanya itu, wanita Jepang diketahui memiliki postur tubuh yang ideal pula.
Ternyata seperti dilansir dari dailymail.co.uk, rahasia kesehatan orang Jepang berasal dari makanan yang mereka makan.
Penelitian ini mengungkapkan bahwa gaya diet atau pola makan wanita Jepang didominasi oleh konsumsi ikan mentah dan teh hijau. Diet Jepang ini didominasi pula dengan makanan yang kaya akan biji-bijian dan sayuran. Selain itu diet ini menganjurkan wanita Jepang untuk mengonsumsi kalori sekitar 25% lebih sedikit dari konsumsi kalori lain pada umumnya. Para wanita Jepang juga makan tiga porsi ikan dalam seminggu.
Para peneliti pun menyimpulkan bahwa kebiasaan makan sehat ini mampu membawa banyak manfaat selain tubuh yang ramping. Manfaat tersebut adalah berkurangnya potensi penyakit demensia, kanker, dan gangguan kejiwaan lainnya. Selain itu, kebiasaan orang Jepang yang mengonsumsi teh hijau juga dianggap dapat meningkatkan fungsi kognitif otak dan menguatkan memori.
Penelitian ini pun seakan menjadi bukti bahwa makanan yang Anda makan dapat berpengaruh besar terhadap tingkat kesehatan tubuh Anda. Oleh karena itu jangan ragu untuk selalu mengonsumsi makanan sehat. Sebab efek positif yang ditimbulkan tidak hanya hari ini namun dapat berlangsung hingga di hari tua Anda. Sumber *
Tampilkan postingan dengan label kanker. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kanker. Tampilkan semua postingan
Jumat, 25 April 2014
Rahasia Cantik dan Sehat Wanita Jepang
Label:
Cantik,
demensia,
diet,
gangguan jiwa,
ideal,
ikan mentah,
Jepang,
kanker,
kognitif,
makanan,
memori,
positip,
Rahasia,
Sehat Wanita,
teh hijau,
umur panjang
Jumat, 11 April 2014
Lebih Cerdas Dengan Minum Secangkir Tteh Hijau Secara Rutin
Seperti dilansir dari indiatimes.com, para peneliti kesehatan menemukan bukti bahwa ekstrak teh hijau bermanfaat untuk meningkatkan fungsi kognitif otak, khusus meningkatkan kualitas memori.
Penelitian yang dilakukan di University Hospital of Basel ini melakukan penelitian dengan cara meminta para sukarelawan untuk rajin mengonsumsi teh hijau selama beberapa hari. Kemudian kerja otak mereka pun diteliti dan dianalisis oleh para peneliti. Hasilnya melalui tes MRI atau Magnetic Resonance Imaging ini didapatkan bahwa terjadi peningkatan konektivitas antara parietal dan korteks frontal otak.
"Ekstrak teh hijau yang berupa bahan kimia organik EGCG atau epigallocatechin-3 gallate mampu meningkatkan pertumbuhan sel neuron di dalam otak. Hasil dari pertumbuhan sel ini adalah peningkatan fungsi kognitif di dalam otak," jelas Prof Christoph Beglinger.
Selama ini teh hijau dikenal sebagai minuman yang kaya akan zat antioksidan sehingga bermanfaat untuk meningkatkan kesehatan tubuh dan mencegah kanker. Ternyata, selain fungsi tersebut teh hijau juga mampu memberikan efek yang positif untuk kesehatan otak. Oleh karena itu tidak ada salahnya apabila Anda memulai kebiasaan sehat dengan rajin meminum teh hijau secara rutin. Sumber *
Penelitian yang dilakukan di University Hospital of Basel ini melakukan penelitian dengan cara meminta para sukarelawan untuk rajin mengonsumsi teh hijau selama beberapa hari. Kemudian kerja otak mereka pun diteliti dan dianalisis oleh para peneliti. Hasilnya melalui tes MRI atau Magnetic Resonance Imaging ini didapatkan bahwa terjadi peningkatan konektivitas antara parietal dan korteks frontal otak.
"Ekstrak teh hijau yang berupa bahan kimia organik EGCG atau epigallocatechin-3 gallate mampu meningkatkan pertumbuhan sel neuron di dalam otak. Hasil dari pertumbuhan sel ini adalah peningkatan fungsi kognitif di dalam otak," jelas Prof Christoph Beglinger.
Selama ini teh hijau dikenal sebagai minuman yang kaya akan zat antioksidan sehingga bermanfaat untuk meningkatkan kesehatan tubuh dan mencegah kanker. Ternyata, selain fungsi tersebut teh hijau juga mampu memberikan efek yang positif untuk kesehatan otak. Oleh karena itu tidak ada salahnya apabila Anda memulai kebiasaan sehat dengan rajin meminum teh hijau secara rutin. Sumber *
Label:
antioksidan,
cerdas,
Christoph Beglinger,
EGCG,
epigallocatechin-3 gallate,
frontal,
hijau,
kanker,
kognitif,
korteks,
Lebih,
memori,
minum,
MRI,
otak,
parietal,
rutin,
secangkir,
teh,
University Hospital of Basel
Kamis, 20 Maret 2014
Mengkudu dan Kulit Manggis Potensial untuk Imunoterapi Kanker (2)
Selain konsen dalam pengembangan formula herbal imun, Edi juga sedang meneliti dampak penggunaan ekstrak mengkudu terhadap pasien penderita kanker.
"Kita tahu obat kanker yang dikonsumsi dapat menurunkan sistem imun, sehingga dengan diberikan immunostimulator dari mengkudu. Sistem imun pasien dapat kembali normal," katanya.
Menurutnya, di dalam tubuh manusia terdapat sel-sel yang berperan dalam pembentukan imun. Dengan memberikan immunostimulan, dapat dilihat apakah sel-sel yang berperan tadi perbanyakannya meningkat atau tidak. Dari penelitianya yang dilakukan pada hewan percobaan, saat diberikan sel kanker, sistem imun hewan tersebut mengalami penurunan.
"Saat ditambahkan ekstrak mengkudu, ternyata juga bisa meningkatkan sel-sel yang berperan meningkatkan sistem imun," katanya.
Ediati berharap penelitiannya ini dapat dikembangkan dan bermanfaat bagi masyarakat di kemudian hari, terutama untuk pasien kanker. Sumber *
"Kita tahu obat kanker yang dikonsumsi dapat menurunkan sistem imun, sehingga dengan diberikan immunostimulator dari mengkudu. Sistem imun pasien dapat kembali normal," katanya.
Menurutnya, di dalam tubuh manusia terdapat sel-sel yang berperan dalam pembentukan imun. Dengan memberikan immunostimulan, dapat dilihat apakah sel-sel yang berperan tadi perbanyakannya meningkat atau tidak. Dari penelitianya yang dilakukan pada hewan percobaan, saat diberikan sel kanker, sistem imun hewan tersebut mengalami penurunan.
"Saat ditambahkan ekstrak mengkudu, ternyata juga bisa meningkatkan sel-sel yang berperan meningkatkan sistem imun," katanya.
Ediati berharap penelitiannya ini dapat dikembangkan dan bermanfaat bagi masyarakat di kemudian hari, terutama untuk pasien kanker. Sumber *
Mengkudu dan Kulit Manggis Potensial untuk Imunoterapi Kanker (1)
Buah Mengkudu atau pace (Morinda citrifolia) dikenal sebagai bahan obat peningkatan sistem kekebalan tubuh (imunitas). Kandungan polisakarida dalam mengkudu bisa dimanfaatkan sebagai immunostimulator untuk membantu menormalkan sistem imun.
Demikian pula dengan esktrak kulit manggis. Kandungan xanton dari kulit manggis bisa menjadi antioksidan yang juga mempengaruhi sistem imun.
Oleh peneliti dari Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada (UGM), Prof Dr Ediati Sasmito, Apt, manfaat keduanya tengah diteliti dan dikombinasikan.
"Sistem imun harus normal, jika imunnya terlalu tinggi akan terjadi alergi. Jika imunnya rendah rentan terhadap infeksi bakteri," kata peneliti dari Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada (UGM), Prof Dr Ediati Sasmito, Apt kepada wartawan di Bulaksumur, Yogyakarta, Kamis (20/3/2014).
Meski berkonsentrasi melakukan penelitian terhadap buah mengkudu, Ediati bersama timnya juga mengkombinasikannya dengan ekstrak kulit manggis. Kandungan xanton dari kulit manggis bisa menjadi antioksidan yang juga mempengaruhi sistem imun.
Menurut dia kombinasi kedua ekstrak dua bahan alam ini akan menjadi penetralisir sistem imun secara alami. Formulasi yang sedang dikembangkan nantinya bisa menjadi minuman berkategori jamu.
"Kita coba dalam bentuk minuman jamu, sehingga tidak menimbulkan efek samping yang berarti," katanya. Sumber *
Demikian pula dengan esktrak kulit manggis. Kandungan xanton dari kulit manggis bisa menjadi antioksidan yang juga mempengaruhi sistem imun.
Oleh peneliti dari Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada (UGM), Prof Dr Ediati Sasmito, Apt, manfaat keduanya tengah diteliti dan dikombinasikan.
"Sistem imun harus normal, jika imunnya terlalu tinggi akan terjadi alergi. Jika imunnya rendah rentan terhadap infeksi bakteri," kata peneliti dari Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada (UGM), Prof Dr Ediati Sasmito, Apt kepada wartawan di Bulaksumur, Yogyakarta, Kamis (20/3/2014).
Meski berkonsentrasi melakukan penelitian terhadap buah mengkudu, Ediati bersama timnya juga mengkombinasikannya dengan ekstrak kulit manggis. Kandungan xanton dari kulit manggis bisa menjadi antioksidan yang juga mempengaruhi sistem imun.
Menurut dia kombinasi kedua ekstrak dua bahan alam ini akan menjadi penetralisir sistem imun secara alami. Formulasi yang sedang dikembangkan nantinya bisa menjadi minuman berkategori jamu.
"Kita coba dalam bentuk minuman jamu, sehingga tidak menimbulkan efek samping yang berarti," katanya. Sumber *
Label:
alami,
alergi,
antioksidan,
Ediati Sasmito,
Formulasi,
immunostimulator,
imunitas,
Imunoterapi,
jamu,
kanker,
Kulit Manggis,
Mengkudu,
Morinda citrifolia,
pace,
penetralisir,
polisakarida,
Potensial,
UGM,
xanton
Selasa, 07 Januari 2014
Suplemen Teh HIjau
![]() |
| Rp. 115.000,- Isi 40 Sc/dos |
Suplemen teh hijau sering disebut-sebut sebagai obat alami untuk sejumlah masalah kesehatan . Suplemen mengandung ekstrak teh hijau , zat yang terbukti kaya akan antioksidan . Antioksidan ini termasuk epigallocatechin - 3 - gallate ( EGCG ) , yang dianggap sebagai konstituen aktif dari ekstrak teh hijau . Banyak suplemen teh hijau juga mengandung theanine , senyawa asam amino diduga menghasilkan efek menenangkan .
Suplemen teh hijau yang konon menawarkan sejumlah manfaat kesehatan , termasuk :
- penurunan berat badan
- pencegahan kanker
- pengobatan kanker
- pencegahan penyakit kardiovaskular
- menurunkan tekanan darah
Meskipun penelitian tentang suplemen teh hijau terbatas , studi menunjukkan bahwa suplemen teh hijau mungkin menawarkan manfaat kesehatan berikut :
1 ) Pertahanan Kanker Prostat
Dalam sebuah penelitian 2009 dari 26 orang didiagnosis dengan kanker prostat , mereka yang mengambil empat kapsul ekstrak teh hijau setiap hari mengalami penurunan yang signifikan dalam penanda tertentu yang menandakan perkembangan kanker prostat . Setiap dosis empat kapsul disampaikan setara dengan sekitar 12 cangkir teh hijau diseduh , masa pengobatan berkisar antara 12 hari sampai 73 hari , dengan waktu rata-rata 34,5 hari .
2 ) Meriang dan Pencegahan Flu
Suplemen teh hijau dapat membantu mencegah flu dan meriang, menurut sebuah penelitian yang diterbitkan pada tahun 2007 . Selama tiga bulan , sekelompok orang dewasa yang sehat itu mengkonsumsi formula eksklusif dari ekstrak teh hijau atau kapsul plasebo dua kali sehari . Pada akhir studi , mereka yang mengonsumsi suplemen teh hijau mengalami gejala flu lebih sedikit dan lebih sedikit hari sakit dibandingkan dengan mereka yang mengambil plasebo .
3 ) Menurunkan Kolesterol
Sebuah studi yang diterbitkan pada tahun 2003 menunjukkan bahwa , ketika dipasangkan dengan diet rendah lemak jenuh , penggunaan suplemen teh hijau dapat membantu menjaga kolesterol di cek . Penelitian ini melibatkan 240 orang dewasa , yang semuanya memiliki sedikit sampai sedang kadar kolesterol tinggi pada awal studi tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mereka yang mengambil ekstrak teh hijau dalam bentuk kapsul selama 12 minggu mengalami penurunan lebih besar dalam LDL ( "buruk " ) kolesterol dibandingkan peserta yang mengambil kapsul plasebo untuk jangka waktu yang sama .
Membandingkan Suplemen Vs . Minum Teh Hijau
Tersedia dalam kapsul dan bentuk cair , suplemen teh hijau sering dipasarkan sebagai sarana meningkatkan asupan antioksidan Anda tanpa harus minum beberapa cangkir teh hijau setiap hari . Namun, kebanyakan studi ilmiah sampai saat ini telah difokuskan pada efek kesehatan dari mengonsumsi teh hijau sebagai minuman ( bukan dalam bentuk suplemen ) .
Apakah Suplemen Teh Hijau Aman ?
Sampai saat ini , sedikit yang diketahui tentang efek samping dan masalah keamanan yang terkait dengan penggunaan suplemen hijau . Karena banyak suplemen teh hijau mengandung kafein , penting untuk berhati-hati jika Anda khawatir tentang efek samping kafein terkait ( seperti kecemasan , peningkatan denyut jantung dan tekanan darah , dan memburuknya gejala maag ) .
Ini juga penting untuk dicatat bahwa pemulung radikal bebas ( antioksidan ) yang tidak diinginkan selama pengobatan kemoterapi , karena mereka - secara teori - dapat mengurangi aktivitas obat .
Menggunakan Suplemen Teh Hijau
Jumlah ekstrak teh hijau per kapsul bervariasi dari suplemen untuk melengkapi . Namun, tidak ada dosis yang dianjurkan didirikan untuk ekstrak teh hijau . Jika Anda sedang mempertimbangkan penggunaan suplemen teh hijau , berbicara dengan dokter Anda tentang dosis yang mungkin cocok untuk Anda .
Chathy Wong, ND *
Kamis, 28 November 2013
10 Alasan Teh Hijau Jadi Minuman Tersehat di Dunia

Teh hijau telah dinobatkan menjadi minuman paling sehat di dunia. Dalam secangkir teh hijau, terdapat antioksidan dan nutrisi yang sangat kuat membantu imunitas.
Teh hijau mampu meningkatkan kinerja otak, membantu menurunkan lemak, menurunkan risiko kanker, dan masih banyak lagi. Dikutip dari Businessinsider, berikut 10 alasan teh hijau jadi minuman terbaik.
1. Mengandung banyak varisasi bioaktif di dalamnya
Polyfenol seperti flavanoid dan catechin, merupakan antioksidan yang sangat kuat. Dan ini adalah salah satu kandungan dalam teh hijau. Gunanya untuk mengurangi radikal bebas, mellindungi sel dan molekul dari kerusakan. Radikal bebas juga sangat mempengaruhi penuaan dan penyakit berbaha lainnya.
2. Meningkatkan fungsi otak yang membuan Anda pintar
Dalam setiap seduhan teh hijau terdapat kafein, yang merupakan stimulan. Kandungannya tidak sebanyak dalam kopi, tapi cukup. Kafein juga membantu meningkatkan mood, reaksi dan meningkatkan memori. Selain itu, ada juga asam amino, yang meningkatkan sirkulasi darah ke otak.
3. Teh hijau membantu membakar lemak dan meningkatkan stamina
Dalam sebuah studi yang dilakukan terhadap pria, mengkonsumsi teh hijau meningkatkan energi hingga 4%. Dalam studi lain mampu membakar lemak hingga 17%. Walaupun tidak semua studi menyetujui hasil tersebut.
4. Antioksidannya melindungi dari berbagai kanker
Kanker terjadi karena perkembangan sel abnormal yang tinggi. Antioksidan dalam teh hijau mampu mengurangi risiko beberapa kanker, seperti mengurangi kanker payudara hingga 22%, mengurangi risiko kanker prostat hingga 48%, dan menguangi beberapa kanker dalam tubuh lainnyahingga 57%, seperti studi yang dikeluarkan oleh lembaga di China.
5. Melindungi sel otak saat usia bertambah tua
Alzheimer dan Parkinson merupakanpenyakit yang diakibatkan degeneratif sel, di mana sel tidak mampu lagi mempertahankan kinerjanya, terutama pada sel otak. Kandungan bioaktif dalam teh hijau membantu neuron--sel otak--dari kerusakan.
6. Membunuh bakteri jahat, meningkatkan kesehatan gigi dan mengurangi infeksi
Catechein dalam teh memberikan efek terhadap sel. Bakteri streptococcus dalam mulut, merupakan penyebab plak dan penyakit mulut lainnya. Di sini peran teh hijau sangat bagus, dimana mampu mengurangi perkembangan bakteri ini.
7. Mengurangi risiko Diabetes Tipe II
Diabetes hampir mencapai epidemi di seluruh dunia, di mana hampir 300 juta orang telah mengidap penyakit yang satu ini. Hal ini dikarenakan kegagalan tubuh dalam memproduksi insulin, yang akan memecah gula darah menjadi lemak. Dalam sebuah studi, teh hijau mampu menurunkan risiko diabetes tipe II sebesar 42%.
8. Menurunkan risiko penyakit kardiovaskuler
Penyakit kardiovaskuler seperti serangan jantung dan stroke, adalah penyebab kematian terbesar di dunia. Kolesterol jahat (LDL) yang tinggi, merupakan penyebab utamanya. Di sinilah fungsi teh hijau, yang akan menurunkan tingkatan kolesterol tersebut hingga 31%. Sehingga penyakit kardiovaskuler bisa dihindari.
9. Menurunkan berat badan
Teh hijau mampu meningkatkan metabolisme tubuh, sehingga dimungkinkan mampu mengurangi berat badan Anda. Dalam sebuah studi juga menunjukkan grafik menurun, yang dilakukan terhadap pria dan wanita, yang mempunyai berat badan berlebih.
10. Membantu umur lebih panjang
Di Jepang teh hijau merupakan minuman yang biasa dikonsumsi, selain banyak manfaatnya, teh hijau juga membantu tubuh lebih tenang. Sehingga usia harapan hidup jadi lebih panjang. Dan negara Jepang mempunyai usia harapan hidup antara 65-84 tahun, yang mana lebih besar dari negara lainnya.
Label:
10,
Alasan,
berat badan,
bioaktif,
Diabetes Tipe II,
Dunia,
gigi,
kanker,
kardiovaskuler,
lemak,
Minuman Tersehat,
otak,
pintar,
stamina,
teh hijau,
tua,
umur
Rabu, 29 Mei 2013
85 Persen Pasien Kanker dan Keluarga Bangkrut
Jakarta - Studi awal dari Fase II ASEAN Costs in Oncology menunjukkan, 85 persen pasien dan keluarga bangkrut karena menanggung biaya obat dan perawatan kanker. Ini indikasi kanker berpotensi membuat keluarga ekonomi menengah dan rendah menjadi semakin miskin.
”Jika di keluarga ada yang menderita kanker payudara, biaya perawatan bisa mencapai Rp 200 juta setahun. Maka, orang yang berpenghasilan Rp 10 juta per bulan bisa bangkrut,” kata Prof Hasbullah Thabrany dari Pusat Kajian Ekonomi Kesehatan dan Analisa Kebijakan, Universitas Indonesia, pada peluncuran Fase II Studi ASEAN Costs in Oncology (Action), Jumat (16/12), di Jakarta.
Action adalah kajian multinasional tentang dampak sosial ekonomi kanker yang dilakukan oleh The George Institute, Sydney, difasilitasi oleh The ASEAN Foundation dan Roche Asia Pasifik. Studi dilakukan di delapan negara ASEAN, yaitu Malaysia, Kamboja, Indonesia, Laos, Myanmar, Filipina, Thailand, dan Vietnam. Di Indonesia, studi akan dilaksanakan Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Indonesia, pada 2.400 pasien kanker dan keluarga.
Studi dimulai Januari 2012 di 12 rumah sakit, yaitu RS Dharmais, RS Cipto Mangunkusumo, RS Medistra, dan MRCCC (Jakarta); RS dr Hasan Sadikin (Bandung); RS dr Kariadi (Semarang); RS dr Sardjito (Yogyakarta); RS dr Sutomo dan Klinik Onkologi (Surabaya); RS Sanglah (Denpasar); RS dr Wahidin Sudirohusodo (Makassar); serta RS dr Adam Malik (Medan).
Masukan bagi pemerintah
Selama setahun pasien dan keluarga dipantau beban keuangannya, dari sisi perawatan ataupun biaya tidak langsung, seperti transportasi. Selain mengetahui besaran biaya untuk penderita kanker dan keluarganya selama perawatan, hasil studi bisa menjadi bahan pertimbangan pengambilan kebijakan dalam pengendalian kanker. Menurut Hasbullah, penelitian akan selesai tahun 2013, dan diharapkan menjadi masukan bagi kebijakan pemerintah terkait penerapan Sistem Jaminan Sosial Nasional tahun 2014.
Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih mendukung studi ini. Ia memaparkan, kanker merupakan salah satu penyebab utama kematian global dengan angka 13 persen (7,4 juta) dari semua kematian per tahun. Sebanyak 70 persen kematian akibat kanker terjadi di negara berpenghasilan rendah dan menengah.
Menurut Riset Kesehatan Dasar 2007, prevalensi tumor 4,3 per 1.000 penduduk di Indonesia. Kanker penyebab kematian nomor tujuh setelah stroke, tuberkulosis, hipertensi, cedera, perinatal, dan diabetes. Menurut sistem informasi RS, jenis kanker tertinggi di RS seluruh Indonesia pada pasien rawat inap tahun 2008 adalah kanker payudara (18,4 persen), disusul kanker leher rahim (10,3 persen).
Di Indonesia, 70 persen kasus kanker ditemukan pada stadium lanjut. Akibatnya, angka bertahan hidup rendah dan menyerap anggaran besar. Data PT Askes, kanker menempati urutan keempat penyerapan biaya rawat jalan dan tindak lanjut pada 2010.
”Jika di keluarga ada yang menderita kanker payudara, biaya perawatan bisa mencapai Rp 200 juta setahun. Maka, orang yang berpenghasilan Rp 10 juta per bulan bisa bangkrut,” kata Prof Hasbullah Thabrany dari Pusat Kajian Ekonomi Kesehatan dan Analisa Kebijakan, Universitas Indonesia, pada peluncuran Fase II Studi ASEAN Costs in Oncology (Action), Jumat (16/12), di Jakarta.
Action adalah kajian multinasional tentang dampak sosial ekonomi kanker yang dilakukan oleh The George Institute, Sydney, difasilitasi oleh The ASEAN Foundation dan Roche Asia Pasifik. Studi dilakukan di delapan negara ASEAN, yaitu Malaysia, Kamboja, Indonesia, Laos, Myanmar, Filipina, Thailand, dan Vietnam. Di Indonesia, studi akan dilaksanakan Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Indonesia, pada 2.400 pasien kanker dan keluarga.
Studi dimulai Januari 2012 di 12 rumah sakit, yaitu RS Dharmais, RS Cipto Mangunkusumo, RS Medistra, dan MRCCC (Jakarta); RS dr Hasan Sadikin (Bandung); RS dr Kariadi (Semarang); RS dr Sardjito (Yogyakarta); RS dr Sutomo dan Klinik Onkologi (Surabaya); RS Sanglah (Denpasar); RS dr Wahidin Sudirohusodo (Makassar); serta RS dr Adam Malik (Medan).
Masukan bagi pemerintah
Selama setahun pasien dan keluarga dipantau beban keuangannya, dari sisi perawatan ataupun biaya tidak langsung, seperti transportasi. Selain mengetahui besaran biaya untuk penderita kanker dan keluarganya selama perawatan, hasil studi bisa menjadi bahan pertimbangan pengambilan kebijakan dalam pengendalian kanker. Menurut Hasbullah, penelitian akan selesai tahun 2013, dan diharapkan menjadi masukan bagi kebijakan pemerintah terkait penerapan Sistem Jaminan Sosial Nasional tahun 2014.
Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih mendukung studi ini. Ia memaparkan, kanker merupakan salah satu penyebab utama kematian global dengan angka 13 persen (7,4 juta) dari semua kematian per tahun. Sebanyak 70 persen kematian akibat kanker terjadi di negara berpenghasilan rendah dan menengah.
Menurut Riset Kesehatan Dasar 2007, prevalensi tumor 4,3 per 1.000 penduduk di Indonesia. Kanker penyebab kematian nomor tujuh setelah stroke, tuberkulosis, hipertensi, cedera, perinatal, dan diabetes. Menurut sistem informasi RS, jenis kanker tertinggi di RS seluruh Indonesia pada pasien rawat inap tahun 2008 adalah kanker payudara (18,4 persen), disusul kanker leher rahim (10,3 persen).
Di Indonesia, 70 persen kasus kanker ditemukan pada stadium lanjut. Akibatnya, angka bertahan hidup rendah dan menyerap anggaran besar. Data PT Askes, kanker menempati urutan keempat penyerapan biaya rawat jalan dan tindak lanjut pada 2010.
Selasa, 16 April 2013
Penyebab Kanker, Produk Tiens, Pencegahan & Pengobatan Kanker
Pendapat Dokter Kemas Yakub tentang Kanker dan Produk Tiens Suplemen Kanker adalah sebagai berikut:
Teori tentang timbulnya kanker sangat banyak. Mulai dari faktor genetik, virus, zat karsinogenik, radikal bebas dan lain sebagainya.
Produk Tiens mengandung antioksidan yang sangat tinggi (Renuves) yang berfungsi menangkal radikal bebas yang bisa mencetuskan dan memperberat penyakit kanker.
Sedang produk lain yang bisa mengaktifkan dan memperkuat sel-sel imunitas tubuh (Muncord, Chitosan) seperti sel NK, sel T, sel Beta, Interleukin (IL), yang bertugas membasmi sel-sel kanker dan menghambat penyebarannya.
Penderita kanker biasanya menjadi kurus dan kurang nutrisi, sehingga Spirulina akan menjaminan pasokan nutrisi sehari-hari bagi penderita kanker. Dengan demikian akan mempercepat penyembuhan.
Bagi penderita kanker yang melakukan kemoterapi dan radioterapi akan sangat merasa tersiksa oleh efek samping yang terjadi seperti kulit kering, tidak nafsu makan, rambut rontok, muka hitam dan lain-lain. Muncord (Cordyseps) Tiens mampu mengurangi efek sampingnya.
Tindakan yang umum dilakukan jika ingin sehat adalah preventif, promotif, kuratif dan rehabilitatif.
Preventif adalah tindakan pencegahan dan promotif adalah tindakan untuk meningkatkan kesehatan seperti meningkatkan kekebalan tubuh.
Sedangkan kuratif adalah tindakan pengobatan dan rehabilitatif adalah pemulihan termasuk di dalamnya pemulihan fungsi organ.
Herbal (yang merupakan bahan baku produk Tiens) lebih banyak berada pada posisi preventif dan promotif, sementara obat-obatan dokter berada pada posisi kuratif.
Tubuh seperti sebuah negara, maka kekebalan tubuh digambarkan sebagai polisi atau tentara, jika polisi atau tentara kuat, maka negara tersebut akan aman, jika kekebalan tubuh baik, maka kesehatan pun akan baik.
Sumber
Teori tentang timbulnya kanker sangat banyak. Mulai dari faktor genetik, virus, zat karsinogenik, radikal bebas dan lain sebagainya.
Produk Tiens mengandung antioksidan yang sangat tinggi (Renuves) yang berfungsi menangkal radikal bebas yang bisa mencetuskan dan memperberat penyakit kanker.
Sedang produk lain yang bisa mengaktifkan dan memperkuat sel-sel imunitas tubuh (Muncord, Chitosan) seperti sel NK, sel T, sel Beta, Interleukin (IL), yang bertugas membasmi sel-sel kanker dan menghambat penyebarannya.
Penderita kanker biasanya menjadi kurus dan kurang nutrisi, sehingga Spirulina akan menjaminan pasokan nutrisi sehari-hari bagi penderita kanker. Dengan demikian akan mempercepat penyembuhan.
Bagi penderita kanker yang melakukan kemoterapi dan radioterapi akan sangat merasa tersiksa oleh efek samping yang terjadi seperti kulit kering, tidak nafsu makan, rambut rontok, muka hitam dan lain-lain. Muncord (Cordyseps) Tiens mampu mengurangi efek sampingnya.
Tindakan yang umum dilakukan jika ingin sehat adalah preventif, promotif, kuratif dan rehabilitatif.
Preventif adalah tindakan pencegahan dan promotif adalah tindakan untuk meningkatkan kesehatan seperti meningkatkan kekebalan tubuh.
Sedangkan kuratif adalah tindakan pengobatan dan rehabilitatif adalah pemulihan termasuk di dalamnya pemulihan fungsi organ.
Herbal (yang merupakan bahan baku produk Tiens) lebih banyak berada pada posisi preventif dan promotif, sementara obat-obatan dokter berada pada posisi kuratif.
Tubuh seperti sebuah negara, maka kekebalan tubuh digambarkan sebagai polisi atau tentara, jika polisi atau tentara kuat, maka negara tersebut akan aman, jika kekebalan tubuh baik, maka kesehatan pun akan baik.
Sumber
Label:
antioksidan,
chitosan,
genetik,
imunitas,
kanker,
karsinogenik,
Kemas Yakub dr,
kemoterapi,
kuratif,
Muncord,
preventif,
promotif,
radikal bebas,
radioterapi,
rehabilitatif,
Renuves,
sel NK,
Spirulina,
Tiens,
virus
Penyebab Kanker: Tidak Diketahui dan Multifaktorial
Label:
acar,
alkohol,
diasamkan,
diasap,
faktor,
gabungan,
genetik,
kanker,
keturunan,
lingkungan,
makanan,
merkuri,
merokok,
penyebab,
radiasi,
sinar,
tidak diketahui,
ultraviolet,
virus,
zat pewarna
Selasa, 09 April 2013
Kamis, 30 Agustus 2012
KANKER & TUMOR
Semua orang berpotensi terserang, tidak terkecuali Anda, Waspadalah!
Adakah orang tua atau kakek-nenek atau saudara dekat Anda (masih ada hubungan darah) yang terserang penyakit kanker atau tumor? Jika YA, Anda berpotensi kanker.
Kanker atau tumor bisa menyerang seseorang karena faktor genetik. Apabila ada saudara dekat Anda terkena kanker atau tumor, Anda patut waspada! Anda memiliki resiko lebih besar terserang kanker atau tumor lebih besar dibanding orang-orang yang saudara terdekatnya tidak memiliki riwayat penyakit kanker atau tumor.
Pernahkah Anda makan mie instan, apalagi menggunakan alat masak berbahan alumunium? Jika YA, Anda berpotensi kanker.
Informasi kedokteran, terdapat lilin yang melapisi mie instan. Itu sebabnya mengapa Mie Instan tidak lengket satu sama lainnya ketika dimasak. Konsumsi Mie instan meningkatkan kemungkinan seseorang terjangkit kanker. Bumbu mie (msg) bila dimasak akan berpotensi menjadi karsinogen pencetus kanker. Bahan pengawet mie instan juga bisa membusukkan usus hingga berlubang. Sedangkan alat masak berbahan alumunium ternyata setelah diteliti dapat memicu karsinogen saat memasak air lebih dari 70 derajat Celsius.
![]() |
| Beli Rp. 387.550 (100 Kps/Botol) |
Anda merokok? Jika tidak, pernahkah Anda dekat dengan orang yang merokok? Jika YA, Anda berpotensi kanker, serangan jantung, impotensi, dan lain-lain.
Asap rokok mengandungt 4000 bahan kimia yang 200 di antaranya beracun dan 43 jenis lainnya dapat menyebabkan kanker bagi tubuh. Asap rokok yang baru mati di asbak mengandung tiga kali lipat bahan pemicu kanker di udara.
Pernahkah Anda menggunakan makanan, kertas koran atau kantung plastic untuk membungkus seperti gorengan? Jika YA, Anda berpotensi kanker.
Tinta cetakan dapat lumer dan larut pada makanan dan bahan pada plastik pembungkus yang bisa menyebabkan kanker dan gangguan pada ginjal.
Kanker itu sangat mematikan! Begitu menyerang tubuh manusia, bisa menghancurkan organ tubuh yang penting. Jika kemunculan kanker bisa dideteksi sejak dini, si penderita hanya seperti orang terkena tembak dengan peluru karet. Meskipun sakit, tetapi tidak mematikan. Tak heran, jika seseorang yang dinyatakan menderita kanker stadium IV atau stadium lanjut secara medis tak ada harapan untuk disembuhkan. Bahkan, menurut seorang dokter (Majalah MATRA, September 2003), hanya kanker stadium dualah yang masih ada harapan untuk disembuhkan secara medis.
Di negara maju, seperti Eropa Barat dan Amerika Serikat, kanker menjadi penyebab kematian kedua setelah penyakit kardiovaskular (jantung). Di Indonesia, kanker menjadi penyebab kematian keenam, setelah infeksi, kekurangan gizi, kecelakaan, penyakit kardiovaskular dan degeneratif, serta kelainan hormon atau imunologis.
Hingga saat ini, masyarakat sering mencampuradukkan antara pengertian tumor dan kanker. Padahal keduanya berbeda. Tumor adalah jaringan sel liar berupa benjolan atau pembengkakan di bagian tubuh.
Perkembangan tumor lambat dan tetap di satu lokasi, tetapi pasti dan terus membesar. Apabila muncul benjolan di bagian tubuh kita secara liar, baik terasa sakit maupun tidak, harus diwaspadai karena benjolan tersebut kemungkinan adalah tumor.
Tumor tidak begitu berbahaya bagi kesehatan tubuh. Perkembangan tumor bisa disebabkan oleh pertumbuhan jaringan baru atau pengumpulan cairan, seperti kista dan benjolan yang berisi darah akibat benturan.
![]() |
| Beli Rp. 354.200 (100 Kps/Botol) |
Tumor yang awalnya jinak jika tidak diobati secara benar akan meradang dan bukan tidak mungkin akan berubah menjadi tumor ganas alias kanker. Tumor jinak biasanya tumbuh lambat dan hanya di satu tempat. Tumor ini bisa terus membesar, tetapi tidak menyebar kebagian tubuh lain dan jarang mengganggu kesehatan. Tak heran apabila seseorang yang sudah bertahun-tahun menderita tumor di bagian punggung tidak merasa terganggu dan tidak pernah merasakan sakit apapun.
Berbeda dengan tumor, kanker adalah sel jaringan tubuh yang tumbuh tidak normal, tetapi terus membelah diri dengan cepat dan tidak terkendali. Kanker tidak menular, kecuali kanker hati atau Hepatitis C. Sel-sel kanker akan terus tumbuh menyusup kejaringan di sekitarnya, lalu menyebar ke tempat yang lebih jauh melalui pembuluh darah dan pembuluh getah bening.
Sel kanker yang sudah menyebar di berbagai tempat sangat sulit diobati. Kanker menyerang jaringan biologis lainnya, baik dengan pertumbuhan langsung di jaringan yang bersebelahan (invasi) atau dengan migrasi sel ke tempat yang jauh (metastasis). Pertumbuhan yang tidak terkendali tersebut disebabkan kerusakan DNA, dan bahkan menyebabkan mutasi di gen vital yang mengontrol pembelahan sel. Beberapa buah mutasi mungkin dibutuhkan untuk mengubah sel normal menjadi sel kanker.
Mutasi-mutasi tersebut sering diakibatkan agen kimia maupun fisik yang disebut karsinogen. Mutasi dapat terjadi secara spontan (diperoleh) ataupun diwariskan(mutasi germline).
Penyebab kanker tidak dapat diketahui secara pasti karena bisa jadi merupakan gabungan dari sekumpulan faktor, genetik dan lingkungan.
Faktor-faktor yang meningkatkan resiko kanker:
1. Faktor keturunan (genetik) menyebabkan beberapa keluarga memiliki resiko lebih tinggi untuk menderita kanker tertentu bila dibandingkan dengan keluarga lainnya. Jenis kanker yang cenderung diturunkan dalam keluarga adalah kanker payudara, kanker indung telur, kanker kulit dan kanker usus besar. Sebagai contoh, risiko wanita untuk menderita kanker meningkat 1,5 s/d 3 kali jika ibunya atau saudara perempuannya menderita kanker payudara.
2. Faktor lingkungan: merokok, sinar ultraviolet dari matahari, radiasi ionisasi (karsinogenik) digunakan dalam sinar Rontgen dihasilkan dari pembangkit listrik tenaga nuklir.
3. Faktor makanan yang mengandung bahan kimia: makanan yang diasap dan diasamkan (dalam bentuk acar), minuman yang mengandung alkohol, zat pewarna makanan, berbagai makanan (manis, tepung) yang diproses secara berlebihan, logam berat seperti merkuri yang sering terdapat pada makanan laut yang tercemar seperti: kerang, ikan, dsb.
4. Virus: Virus Papilloma menyebabkan kutil alat kelamin (genitalis) yang merupakan salah satu penyebab kanker leher rahim pada wanita, virus Sitomegalo menyebabkan kanker system pembuluh darah, virus Hepatitis B dapat menyebabkan kanker hati, virus Epstein-Bar (di Afrika) menyebabkan Limfoma Burkitt, sedangkan di China virus ini menyebabkan kanker hidung dan tenggorokan. Ini terjadi karena faktor lingkungan dan genetik, virus Retro pada manusia misalnya virus HIV menyebabkan limfoma dan kanker darah lainnya.
5. Infeksi: parasit Schistosoma dapat menyebabkan kanker kandung kemih karena terjadinya iritasi menahun pada kandung kemih. Namun penyebab iritasi menahun lainnya tidak menyebabkan kanker.
Infeksi oleh Clonorchis yang menyebabkan kanker pankreas dan saluran empedu.
Helicobacter Pylori adalah bakteri penyebab kanker lambung, dan diduga bakteri ini menyebabkan cedera dan peradangan lambung kronis sehingga terjadi peningkatan kecepatan siklus sel.
6. Faktor perilaku: merokok dan mengkonsumsi makanan berlemak atau diawetkan, perilaku seksual yaitu melakukan hubungan intim di usia dini dan sering berganti ganti pasangan.
7. Gangguan keseimbangan hormone: estrogen berfungsi merangsang cenderung mendorong terjadinya kanker pertumbuhan kanker, sedangkan progesterone melindungi terjadinya pertumbuhan sel yang berlebihan.
8. Faktor kejiwaan, emosional: stress yang berat dapat menyebabkan ganggguan keseimbangan seluler tubuh. Keadaan tegang yang terus menerus dapat mempengaruhi sel, dimana sel jadi hiperaktif dan berubah sifat menjadi ganas sehingga menyebabkan kanker.
9. Radikal bebas: radikal bebas adalah suatu atom, gugus atom, atau molekul yang mempunyai electron bebas yang tidak berpasangan di lingkaran luarnya.
Sumber-sumber radikal bebas yaitu: Radikal bebas bebas masuk ke dalam tubuh dalam bentuk racun-racun kimiawi dari makanan, minuman, udara yang terpolusi, dan sinar ultraviolet dari matahari.
Radikal bebas diproduksi secara berlebihan pada waktu kita makan berlebihan (berdampak pada proses metabolisme) atau bila kita dalam keadaan stres berlebihan, baik stres fisik, psikologis, secara maupun biologis.
Banyak sekali penyebab kanker yang justru ada di sekeliling kita, karena itu WASPADA saja TIDAK CUKUP! Pastikan Anda melakukan pencegahan. Tapi bagaimana jika sudah divonis dokter terserang kanker atau tumor?
Tiens Group International MEMBERI SOLUSI, baik pencegahan atau pun mengatasi kanker atau tumor yang mungkin saat ini menyerang Anda atau orang-orang terdekat Anda! Jangan anggap remeh, Kanker merupakan salah satu penyakit paling mematikan di dunia dengan biaya pengobatan sangat mahal.
Solusi Herbal Untuk Tumor & Kanker:
1. Calcium I, 1 x 1 /hari, regenerasi sel & sifat basa menghambat kanker/ tumor
2. Chitosan, 2 x 2 /hari, isolasi sel tumor/ kanker, minum saat perut kosong.
3. Renuves, 2 x 2 /hari, antioksidan dan daya tahan.
4. Muncord, 3 x 3 /hari, membunuh tumor/kanker dan daya tahan
5. Grape Extract, 2 x 2 /hari, proses penyembuhan dan melawan tumor / kanker.
6. Doble Celullose, 3 x 3 /hari, memperbaiki nutrisi di saluran pencernaan.
Hubungi: Sam/ Eni Tlp. 0271591333, Hp. 08122988187
Kantor: Perumahan Jombor Permai A-4, Timur Univet Bantara Sukoharjo, Gg. ke-2 ke utara, Rumah ke-2.
Web: www.sezona.multiply.com, www.seherb.blogspot.com, sameddyantospkj@yahoo.com
Label:
alumunium,
Calcium I,
chitosan,
genetik,
grape,
infeksi,
kanker,
kejiwaan,
lilin.karsinogen,
lingkungan,
makanan,
merokok,
Muncord,
perilaku,
radikal bebas,
Renuves,
Tiens,
tinta,
tumor,
virus
Langganan:
Postingan (Atom)









