Penghasilan TAMBAHAN? ----- Memiliki USAHA SENDIRI? ----- Bahagiakan KELUARGA? ----- RUMAH /MOBIL baru? ----- Wisata ke LUAR NEGERI? ----- PENSIUN dengan tenang? ----- Bebas UANG dan WAKTU? ----- PENDIDIKAN anak? ----- Pengembangan diri? ----- Membantu orang lain?
animasi  bergerak gif
animasi  bergerak gif
WUJUDKAN IMPIAN, CITA-CITA & CINTA ANDA !!!

Rabu, 04 Juli 2012

Dokter & Terapi Herbal Diabetes Mellitus

The Silent Killer (Pembunuh Diam-diam) itu bernama DIABETES

Diabetes itu seperti rayap, bekerja diam-diam merusak organ di dalam tubuh. Diabetes sering disebut sebagai "The Silent Killer". "Namun, se­benarnya komplikasinya yang mematikan, bukan diabetesnya. Umumnya, penderita diabetes mengetahui dirinya mengidap diabetes setelah terjadi komplikasi." jelas Prof. DR. Dr. Sidartawan Soegondo, SpPD, KEMD, FACE di kantornya di Bagian Metabolik dan Endokrin, FKUI/RSCM.

Fakta membuktikan setiap 10 detik akan terdapat seorang penderita diabetes meninggal di seluruh dunia, bersamaan dengan itu terdapat seki­tar dua orang penderita baru diabetes. Rata-rata, penyakit ini menyebab­kan enam kematian dalam satu menit. Pada semua umur, risiko kematian di antara orang yang menderita diabetes hampir dua kali lipat dengan orang-orang yang non-diabetes. Diabetes penyebab angka kematian yang lebih tinggi dibanding HIV/AIDS.Sekitar 3,2 juta orang diperkirakan meninggal karena diabetes atau masalah komplikasinya.

Pengalaman Dokter dengan Produk Tiens

dr. Faisal

Bagi sebagian penderita penyakit diabetes mellitus (DM) itu seperti jalan menuju kiamat. Karena penyakit ini efeknya mulai dari ujung rambut sampai ujung kaki. Di kepala: rambut akan rontok lalu botak. Di otak: penderita terancam stroke. Di jantung: kardiovaskuler. Di hidung: sinusitis. Di mata: katarak. Di paru-paru: TBC. Lalu, ginjal, prostat. Di kaki: borok. Dan lain sebagainya. Efek tersebut bukan hanya karena obat. Karena, penderita DM biasanya mengidap trigliserit tinggi dan kolesterol tinggi. Penyebab DM dulu (sebelum tahun 80-an) berbeda dengan sekarang. "Kalau dulu, DM itu dianggap penyakit keturunan. sekarang, DM itu adalah akibat dari gaga hidup, terutama pola makan yang tidak sehat", kata Faisal.

Sama dengan penyakit lain, penggunaan produk Tiens juga akan lebih efektif jika awalnya dikombinasi dengan obat dokter. Penderita DM mengalami masalah pada pankreas. Sementara, produk Tiens mempunyai `tugas' memperbaiki set-set jaringan yang bermasaLah. "Bagaimana mungkin perbaikan itu efektif sementara pankreas tetap bekerja keras", kata Faisal. Obat dokter itu berfungsi menurunkan kadar gula dalam darah, sehinga produk Tiens akan efektif merangsang pankreas untuk memproduksi insulin. Obat-obatan membuat pankreas tidak bekerja keras saat diperbaiki dengan Tiens. "Pada kondisi pankreas tidak bekerja keras, maka kerja Kalsium 2 memperbaiki set-set pankreas akan lebih cepat", katanya.

Biasanya dokter Faisal menganjurkan terapi kombinasi obat dokter dengan produk Tiens untuk obat jangka waktu satu bulan. Obat dokter itu memiliki masa kerja sekitar 12 jam, sehingga sehari minum dua kali. Kalsium 2 sebaiknya juga diberikan sehari dua kali. "Yang penting adalah memberi jarak minimal satu jam. Jika obat penurun gula darah diminum sebelum makan, maka Kalsium 2 sesudah makan", kata dokter Faisal.

Penderita DM biasanya juga dianjurkan minum Chitosan. Faisal menganjurkan agar pasien en minum num Chitosan pada jam 6 pagi. Lalu, dilanjutkan dengan minum obat dokter satu jam kemudian. Setelah jam pagi sekitar am 8, baru minum Kalsium 2 dan atau Diacont. Jadi obat dokter sudah lebih dulu menurunkan gula darah. Saat pankreas tenang itulah, Kalsium 2 bekerja memperbaiki set-set yang rusak. "Energi yang ada pada pankreas juga berperan dalam perbaikan jaringan sendiri", kata Faisal. Jadi, penderita diabetes mellitus tidak begitu Baja dibebaskan dari obat dokter sampai gula darah terkontrol. Faisal biasanya menganjurkan penderita DM memeriksa gula darah sewaktu tanpa puasa. Jika sudah berada pada ukuran 150 mg/dt, barulah obat dokter dihentikan. Tingkat kadar gula dalam darah tersebut biasanya tercapai dalam jangka waktu sebulan sampai satu setengah bulan.

dr. IB Giri Budisa

 Bapak saya usia 86 tahun, adalah penderita diabetes, hipertensi berkepanjangan dan rematik keturunan. Sebelumnya, saya tidak pernah melihat kondisi orang tua fit seperti sekarang. Kebetulan keluarga kami keluarga dokter. Kakak dan adik saya juga dokter. Pasti kami ingin terapi yang terbaik untuk orang tua. Kami terapi dengan Muncord, Chitosan, Kalsium 2, kami berikan juga Vitaline dan Teh. Saya melihat perubahan yang nyata. Tidak pernah kakinya sebaik sekarang. Sebelumnya, di punggung kaki, di persendian, selalu saja ada pembengkakan. Scat ini sudah hampir-hampir tidak lagi menggunakan obat dokter secara konvensional. Perubahan ini terjadi setelah menggunakan Tiens selama enam bulan sampai satu tahun. Bapak saya sudah menderita puluhan tahun.

dr. Melly


" Luar biasa, semua produk menarik dan sangat berkesan. Saya suka dengan Chitosan, karena banyak manfaatnya. Pengalaman saya banyak. Luka akibat diabetes membaik secara cepat dengan mengonsumsi Chitosan. Bahkan, ada pasien Diabetes yang tidak jadi diamputasi kakinya. Chitosan juga bermanfaat bagi orang yang ingin menurunkan kolesterol sehingga menjadi normal kembah.


dr. Jumrat


Ada pasien penderita kencing manis yang memiliki kadar gula 326 mg/dl 2 jam setelah ia makan, ketika berpuasa kadar gulanya menjadi 216 mg/dl. Trigtiserid mencapai 800mg/dl. la juga menderita hipertensi 170/100. Saya menyarankan untuk mengonsumsi Jiang Zhi Tea, Kalsium 2 (Kalsium khusus kencing manis) dan Grape Extract. Dua bulan kemudian kadar gulanya menjadi 187 mg/dl ketika berpuasa. Kami menyarankan ia meneruskan meminum produk tersebut. sekarang ia hanya meminum tehnya saja.

dr. M Ariaji

Seorang ibu berusia 50 Tahun, menderita diabetes yang menyebabkan adanya borok besar di kaki kanannya. Lukanya sudah parch sampai kelihatan urat-uratnya, bengkak di bagian paha. Diagnosa dokter memutuskan kakinya harus dipotong (amputasi). Waktu itu, saya terangkan ke pasien terapi dengan produk Tiens, diperkirakan reaksinya lebih cepat, paling tidak membutuhkan waktu sekitar tiga bulan. Namun, Insya Allah, ini lebih menolong dari pada diamputasi. Karena kendala biaya, pasien itu hanya membeli satu boks Kalsium 2, satu botol Chitin Chitosan dan setengah botol Grape Extract. Bubuk Chittin Chitosan ditaburkan ke luka setelah dibersihkan oleh perawat. Alhamdulillah, dua minggu kemudian, saya mendapat kabar, bengkaknya di paha hilang. Jaringan Wit pada lukannya mulai tumbuh. Kulit mulai memerah dan kulit di sekitar luka mulai terbentuk. Sampai akhirnya, kaki ibu tersebut tidak jadi diamputasi.

dr. Yazid

Pasien saya Hj. Aminah (52 tahun), menderita diabetes dengan kandungan gula darah mencapai 700mg/dl. Sampai mengakibatkan luka terbuka (gangren, borok nanah) pada payudara. Lalu, saya berikan Kalsium 2 dan Chitin Chitosan. Chitosan. berperan mengikat gula darah. Alhamdulillah dalam lima hari kandungan gula darah turun menjadi 300mg/dl. Luka pun mengering dan sembuh. Kini kandungan gula darah Hj. Aminah sudah dibawa 200mg/dl dan obat dokter pun sudah tidak perlu dikonsumsi lagi. Saya anjurkan pula minum Zinc dan Jiang Zhi Tea untuk menurunkan berat badan.





Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...